Alasan Harga Daging Sapi Bertahan Tinggi Versi Importir
Jakarta -Selama dua tahun terakhir harga daging sapi di dalam negeri bertahan tinggi hingga rata-rata berkisar Rp 95.000-100.000/Kg di pasar tradisional bahkan ritel, padahal impor sudah dibuka lebar-lebar. Menurut kalangan importir sulit turunnya harga daging sapi di pasar tradisional karena faktor kebijakan pemerintah yang setengah-setengah, yaitu ingin harga daging turun tapi daging impor tak boleh masuk pasar umum.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging (Aspidi) Thomas Sembiring mengatakan harga daging sapi yang melonjak adalah karena pasokan di dalam negeri kurang. Namun daging impor dilarang masuk ke pasar tradisional untuk menstabilkan pasokan dan harga.
"Nggak boleh jual di pasar umum. Yang ada lokal, lokal terbatas pasokannya, pedagang bermain lah di situ. Memang nggak ada ketentuannya mereka mau jual berapa pun," kata Thomas kepada detikFinance, Selasa (10/6/2014).
Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 46 Tahun 2013 pasal 17 disebutkan: Karkas, daging dan/atau jeroan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1 Peraturan Menteri ini hanya dapat diimpor untuk tujuan penggunaan dan distribusi bagi industri, hotel, restoran, katering dan/atau keperluan khusus lainnya.
Menurut Thomas, artinya daging impor tak diizinkan untuk dijual di pasar tradisional bahkan supermarket. "Kalau supermarket nanti saya mau usul. Masa ekspatriat mau bikin steak dia nggak boleh beli," katanya.
Thomas menilai kebijakan ini kontraproduktif dengan tujuan utamanya, yaitu menstabilkan harga di pasaran yang terus menerus melonjak, apalagi mau memasuki bulan Puasa dan Lebaran.
"Kami tidak mau ganggu juga. Kalau dibuka (aturan) itu ribut lagi peternak lokal. Jadi tinggal pemerintah mau bagaimana dia. Di satu pihak dia desak juga memperhatikan peternakan rakyat. Di satu sisi pemerintah menstabilkan harga," paparnya.
Opini:
Lebih baik jika pemerintah segera memperbaiki kebijakan baru yang sedikit menyulitkan masyarakat. Karena sebentar lagi akan memasuki bulan Puasa dan Lebaran, maka harga daging akan semakin mahal. Padahal daging adalah salah satu bahan yang cukup penting. Jika pemerintah tak memperbolehkan daging importir masuk, alangkah lebih baik jika pemerintah memproduksi daging dalam negri lebih baik lagi. Sehingga pasokan tak menipis dan harga tak semakin melonjak.
Source:
http://finance.detik.com/read/2014/06/11/103739/2604882/4/alasan-harga-daging-sapi-bertahan-tinggi-versi-importir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar